Thursday, May 15, 2008

Hope In God

Sebuah artikel yang aku temukan di website Jawaban.com benar-benar menarik bagiku. Kenapa? Karena, saat ini aku sedang berharap kepadaNYA untuk diberikan kekuatan iman dan pengharapan didalam perziarahan hidupku ini. Banyak peristiwa yang boleh terjadi didalam perziarahan hidupku sampai sekarang. Sejak terakhir aku posting blogku dibulan Januari, dimana aku boleh diperkenankan kembali menjalin relasi dengan seorang wanita. Mulai saat itu juga aku senantiasa memohon dalam doa novena 3 Salam Maria dan doa rosario atas jawaban dari relasi tersebut. Akhirnya, aku mendapatkan jawabannya dimana relasiku dengannya hanya sebatas teman baik. Ada perasaan sedih dan kecewa tentunya, namun dibalik perasaan itu ada juga perasaan lega dan bahagia atas jawaban yang diberikannya. Aku yakin dan percaya bahwa DIA sedang merancang sesuatu yang indah dalam perziarahan hidupku. Hanya saja, terkadang kita manusia tidak sabar menunggunya.

Begitu banyak peristiwa juga dalam hal pelayananku di komunitas CHOICE, baik suka maupun duka. Semuanya ini aku terima sebagai berkat dan anugerah terbesar dariNYA untuk aku. Setidaknya hal yang boleh aku alami, menambah kekuatan imanku dan keyakinanku bahwa DIA senantiasa mendampingiku. Seperti halnya lagu yang dilantunkan Maria Shandi berjudul DIA Mengerti. Semoga aku semakin mengerti akan kehendakNYA didalam hidupku. Amin.
====================================================================

Hope In God

- Jawaban.com -

Pelaut tua itu memandang cakrawala dan melihat langit hitam yang menandakan akan datangnya badai. Saat laut mulai berombak, dengan tenang sang pelaut tua menurunkan jangkar perahunya lalu turun menutup palka perahunya rapat-rapat dan pergi tidur malam itu.

Pelaut tua itu tahu badai besar akan datang, tapi ia percaya pada kekuatan jangkarnya. Dan ia yakin perahunya akan tetap ada di sana sampai pagi nanti.

Gambaran Pengharapan

Seperti pelaut tua itu, kita memiliki "jangkar" dalam hidup kita yang membuat kita tetap tegak berdiri menghadapi badai kehidupan. "Jangkar" itu kita sebut pengharapan. Dalam terminologi Firman Tuhan, pengharapan berhubungan erat dengan iman.

Penulis kitab Ibrani mengatakan, iman adalah "bukti dari segala sesuatu yang kita harapkan' (Ibrani 11:1). Pengharapanlah yang akan mengarahkan fokus dan energi kita.

Bagi orang Kristen, pengharapan adalah pengetahuan yang mengubahkan hidup kita agar menjadi lebih baik sebagaimana kita percaya akan janji-Nya (Roma 8:28). Hal ini menunjukkan apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, rancangan Allah bagi hidup kita "mendatangkan kebaikan dan bukan kecelakaan, untuk memberikan masa depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11).

Arti Dari Pengharapan

Alkitab penuh dengan kisah manusia yang berharap pada janji Tuhan. Abraham menjadi contoh konkrit bagi setiap kita orang percaya.

Saat Abraham berumur 75 tahun, Tuhan berjanji akan memberkati Abraham dan membuat keturunannya sebanyak bintang di langit. Abraham mendengar firman ini dan mempercayai Tuhan sepenuhnya (Kejadian 15:6).

Di balik kepercayaan Abraham ini, Ibrani 6:15 menjelaskan bahwa Abraham harus menanti selama 25 tahun sampai ia melihat penggenapan dari apa yang ia harapkan. Dan selama jangka waktu itu Abraham tetap percaya kepada Tuhan, Sumber Pengharapan itu, sampai ia melihat janji itu menjadi nyata.

Anda dapat melihat bahwa pengharapan yang dimiliki Abraham bukan karena kemampuannya sendiri, namun telah berakar dalam keyakinannya akan Tuhan yang tak berubah dan janji-Nya yang bernilai kekal.

Penulis kitab Ibrani menjelaskan Tuhan juga menginginkan agar kita dikuatkan melalui karakter Abraham dan pengharapannya di dalam Dia (Ibrani 1:16-18). Pada kenyataannya, kitab Injil menjelaskan pengharapan ini sebagai "... jangkar/sauh bagi jiwa, sebuah pengharapan yang pasti dan dengan setia akan digenapi" (Ibrani 6:19a).

Hilangnya Pengharapan

Apa yang dapat menyebabkan harapan kita hilang? Biasanya hal ini disebabkan karena kita berharap pada hal yang salah. Sangat mudah bagi kita untuk berharap pada hal yang salah. Sangat mudah untuk menempatkan pengharapan kita pada hal-hal yang bersifat materi - apa yang dapat kita lihat, kita pegang dan rasakan. Segala hal ini dapat kita kontrol. Namun Tuhan berkata bahwa kerajaan-Nya tidak berasal dari dunia ini (Yohanes 18:36). Pada kenyataannya, segala hal di dunia ini tidak menyediakan dasar yang kuat bagi hidup kita (Kolose 2:8).

Hanya jika kita melihat kepada dasar kehidupan yang teguh - Yesus Kristus - kita akan menemukan pengharapan yang dapat menjadi jangkar/sauh bagi jiwa kita. Semua ini bermula dari hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Jika Anda belum "dilahirkan kembali", pengharapan yang Anda miliki bisa salah tempat. Jika Anda kehilangan pengharapan saat ini, pertimbangkanlah di mana pengharapan utama Anda sebenarnya sedang dilandaskan. Jika bukan di dalam Yesus, datanglah pada-Nya untuk menemukan pengharapan baru bagi hidup Anda.

Yesus menawarkan pengharapan-Nya secara cuma-cuma kepada setiap orang yang dengan rela datang pada-Nya, mengakui segala dosa mereka dan percaya pada keselamatan-Nya untuk hidup yang kekal. "Aku adalah kebangkitan dan hidup," Yesus berkata, "barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya" (Yohanes 11:25-26a).

Membangun Dasar Pengharapan

Meskipun Anda telah mengenal Yesus sebagai Juru Selamat, Anda masih tetap dapat kehilangan pengharapan. Dari kitab Amsal kita belajar, "harapan yang tertunda menyedihkan hati" (Amsal 13:12). Saat harapan kita tertunda, kita dapat dikalahkan dengan rasa putus asa yang mendalam.

Jadi, bagaimana Abraham dapat melaluinya? Bagaimana dia dapat tetap berharap selama dua dekade lebih? Lihatlah pada hubungan Abraham dengan Tuhan. Abraham adalah sahabat-Nya Tuhan (2 Hakim-Hakim 20:7), Abraham juga hamba Tuhan (Kejadian 26:24) dan Abraham taat sepenuhnya kepada Tuhan (Kejadian 22).

Anda pun dapat melakukan hal yang sama. Berikut ini adalah empat langkah praktis yang dapat Anda ambil untuk membangun dasar pengharapan Anda yang dapat Anda bawa dalam menghadapi badai kehidupan :

  1. Tundukkan diri Anda kepada Tuhan. Tuhan adalah sumber dari pengharapan kita. Datanglah pada-Nya dengan rendah hati dan Ia akan memperbaharui Anda (1 Petrus 5:6-7).
  2. Perkuat iman Anda. Ingatlah akan janji Tuhan yang telah tergenapi sebelumnya untuk memperbaharui pengharapan Anda. Tuhan telah menyediakan bukti tertulis bagaimana tak terhitungnya pengharapan yang Ia sediakan bagi orang percaya di masa yang lalu. Lihatlah kepada keajaiban pekerjaan-Nya untuk memperbaharui pengharapan Anda (1 Hakim-Hakim 16:11-21).
  3. Percaya pada waktu-Nya Tuhan. Terkadang Tuhan menjawab doa kita dan memenuhi harapan kita dengan cepat. Di waktu yang lain, dengan otoritas ke-Ilahi-an yang menyertai-Nya, Tuhan mengijinkan kita untuk menunggu. Ingatlah, melalui iman dan kesabaranlah pengharapan Abraham digenapi.
  4. Bersyukur kepada Tuhan untuk hari ini. Meskipun berat rasanya untuk bersukacita saat kita sedang berada di dalam masa penantian akan penggenapan dari apa yang kita harapkan, sukacita memungkin Tuhan untuk menyempurnakan hidup kita pada saat kita tak mampu melihat jalan Tuhan yang sesungguhnya. Pengharapan jenis ini akan membuat hati kita dimurnikan dalam peleburan akan penantian, dan terkadang penuh dengan penderitaan namun "tidak mengecewakan" (Roma 5:1-5).

Apakah Anda kehilangan pengharapan? Anda akan mendapatkan kembali harapan yang hilang dengan pertolongan Yesus. Saat ini, berbaliklah kepada Sumber Pengharapan itu dan tenanglah di dalam Dia.

FirmanTuhan Mengenai Pengharapan

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir (Ibrani 6:19).

Ayat Untuk Dipelajari

Ibrani 6:10-19, Roma 5:1-11 - Janji Tuhan yang berharga akan pengharapan.
Yakobus 13:13-16 - Tekun berharap dalam pencobaan.
Mazmur 33:13-22 - Pengharapan yang benar dan yang salah.
Mazmur 25:1-11 - Sumber pengharapan yang menguatkan.

Wednesday, January 09, 2008

Ga terasa dah tahun 2008....

Duh, cepatnya hari berlalu sehingga ga terasa dah tahun 2008 nih... Apa yang boleh aku lewatkan ditahun 2007 lalu sungguh merupakan anugerah dan kasihNYA semata-mata untuk hidupku. Aku bersyukur bahwa aku masih diberikan kesempatan untuk menikmati udara segar dan nafas kehidupan, serta orang-orang yang kucintai sehat semuanya. Sungguh, tak terbatas kuasaNYA untuk aku dan keluargaku.

Akhir tahun 2007, aku lewatkan dengan penuh makna dan indah. Disela-sela kesibukanku mempersiapkan HUT CHOICE ke 25, aku masih berkesempatan menjalin relasi dengan seorang teman wanita. Relasi yang aku jalani sekarang ini penuh dengan tantangan dan kekhawatiran yang aku rasakan. Kenapa??? Mungkin karena pengalaman masa laluku dimana aku menjalin relasi dengan seorang wanita, adanya penolakan dari pihak keluarga wanita dimana melihat aku dari sisi luarnya saja. Hal ini, aku selalu serahkan kepadaNYA untuk turut campur dalam relasiku ini. Aku melewatkan misa malam Natal dan misa tahun baru bersama dengannya. Sungguh pengalaman yang indah yang boleh kembali aku alami lagi. Liburan mengajarku diisi dengan menjemputnya dikantor. Maklumlah, jikalau aku sudah mengajar sulit untuk menyesuaikan waktu untuk menjemputnya. Aku hanya dapat berdoa kepadaNYA, agar relasi yang aku jalin ini dapat berjalan sesuai dengan kehendakNYA bukan kehendakku. Amin

Tuesday, December 18, 2007

Kapan Tuhan, Kapan?

Kapan Tuhan, Kapan?

- Jawaban.com -

Waktu memainkan peranan penting dalam melatih kita untuk mempercayai Tuhan. Jika Dia memenuhi semua yang kita minta pada-Nya dengan segera, kita tidak akan pernah bertumbuh dan mengembangkan kemampuan kita untuk mempercayai Dia.

Saya seringkali ditantang sepanjang perjalanan hidup saya untuk mempercayai waktunya Tuhan. Satu area yang sering saya gumuli adalah menunggu pertumbuhan pelayanan saya. Ada saat-saat dimana saya merasa yakin bahwa saya telah siap untuk pertumbuhan atau suatu perubahan, namun tidak terjadi apa-apa, dan saya menjadi bertanya-tanya. Saya yakin setiap kita pernah mengalami hal ini dalam kehidupan. Bahkan saya pikir setiap dari kita sangat perlu untuk terus bertumbuh dalam mempercayai waktunya Tuhan. Karena sebagaimana biasanya kita lakukan, kita dapat saja menyimpan pertanyaan besar ini sendiri, "Kapan Tuhan, kapan?"

Saat Anda dan saya mengalami masa-masa percobaan atau transisi, sering kita merasa tidak sabar dan bertanya-tanya apalagi yang Dia tunggu. Sesungguhnya yang terjadi adalah, kita memang tidak tahu apa yang Dia tunggu. Merupakan sebuah kesempurnaan jika kita bisa tahu, tapi kadang kita harus merasa nyaman walau kita tidak tahu. Satu hal yang saya pelajari sebagai orang Kristen adalah, kepercayaan dan iman memang menuntut kita untuk menerima keadaan bahwa beberapa pertanyaan akan tetap tidak terjawab. Saya harus berlatih untuk menempatkan waktu saya di tangan-Nya, percaya bahwa Dia tidak hanya mengetahui jawaban-jawabannya, namun juga satu kebenaran bahwa waktu-Nya selalu sempurna.

Saya menemukan bahwa mempercayai waktu Tuhan seringkali berarti tidak mengetahui kapan atau bagaimana Tuhan akan melakukan sesuatu. Ketika kita bertambah lelah menunggu, dan menjadi kecewa atau patah semangat, kita harus memilih untuk tetap mempercayai-Nya. Seiring dengan itu, kita juga harus berfokus pada kesetiaan-Nya dalam hidup kita, maka pelan-pelan kita akan melepaskan beban yang memang tidak seharusnya kita tanggung. Kemudian barulah kita dapat memasuki perhentian-Nya.

Sadarilah bahwa kepercayaan dan iman tidak diwariskan, namun dipelajari dan dilatih. Mempercayai waktunya Tuhan adalah proses yang membutuhkan waktu. Lamanya waktu yang dibutuhkan tergantung pada rencana Tuhan dan seberapa baik kita bekerja sama dengan rencana-Nya tersebut. Dia mempunyai waktu yang sempurna untuk segala hal dalam hidup kita, dan waktu-Nya yang sempurna itu selalu aman. Dia tahu kapan kita siap untuk hal-hal yang telah Dia rencanakan dan persiapkan untuk hidup kita. Jika kita terus belajar untuk menghargai dan mempercayai Dia selama kita menunggu, Dia akan membuktikan bahwa Dia selalu setia dalam setiap situasi.

Semoga artikel ini akan memberi semangat pada Anda untuk mempercayai Tuhan seperti Daud mempercayai-Nya, yakin bahwa segala waktu dan masa dalam kehidupan Anda berada dalam genggaman tangan-Nya. Tuhan akan memberikan damai sejahtera-Nya kepada Anda selagi Anda terus belajar untuk berserah kepada-Nya. Tuhan mendengar Anda dan sedang bekerja untuk menjawab doa-doa Anda. Selagi Anda berharap dan menunggu waktu-Nya yang sempurna, mimpi dan visi yang telah Dia berikan kepada Anda akan dipenuhi sebagai bukti dari kasih-Nya yang besar kepada Anda.

Setelah gua membaca artikel diatas, benar-benar pas banget dengan kondisi gua sekarang, dimana seringkali gua bertanya-tanya dengan pertanyaan yang sama persis diatas. Namun, gua yakin dan percaya akan segala sesuatu yang sudah diaturNYA untuk perjalanan hidup kita masing-masing. Amin.

Saturday, November 24, 2007

1 Bulan Lalu Yang Penuh Makna....

Ga terasa dah minggu terakhir bulan Nov nih.... Pas tadi log in dan liat posting terakhir tgl 12 Okt, berarti dah 1 bulan lebih ga nulis lagi nih. Posting yang terakhir juga boleh ngambil dari artikel. Hehehe....

Apa yang boleh gua alami selama 1 bulan terakhir ini adalah anugerahNYA untuk gua. Dari hal yang bersifat duniawi sampai rohani. Gua senang dan bahagia karena gua boleh menjalani suatu relasi dengan seseorang. Dan dia menerima gua apa adanya, namun relasi yang gua jalin belum sampai ke tahap yang "pacar". Tapi gua bahagia sekali bahwa diijinkan olehNYA untuk memberikan cinta dan kasih sayang untuk seseorang. Hanya saja dalam 1 minggu terakhir, gua ga tau kenapa negatif thinking gua selalu muncul dalam pikiran gua mengenai dia. Ada perasaan takut kehilangannya dan ingin banget setiap hari bisa ketemu dengannya. Nampaknya perasaan jatuh cinta gua mulai muncul lagi setelah kurang lebih 2 tahun putus. Hal yang wajar menurut salah seorang teman dekat gua yang menjadi tempat gua bertanya-tanya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan cewe. Gua hanya bisa berdoa dan meminta kepadaNYA agar relasi yang boleh gua jalin sekarang ini dapat berjalan sesuai dengan kehendakNYA.

Cerita lainnya adalah dari sisi rohani, seperti yang pernah gua posting sebelum-belumnya kalo gua ikut aktif dalam komunitas CHOICE. Gua sendiri ikutan WE CHOICE Agt tahun 2005, suatu WE yang berbeda banget dan gua alami hal-hal yang luar biasa. Akhir Okt kemaren gua dilantik menjadi Youth teamnya. Suatu tugas yang tidak mudah menurut gua dimana banyak sekali tantangan dan perjuangan yang harus gua jalani kedepannya. Namun, gua yakin banget bahwa DIA akan selalu menyertai gua dalam setiap karya dan pelayanan gua untuk kemuliaanNYA. Buat teman-teman yang baca blog gua, gua hanya mohon doa untuk kekuatan dan ketabahan serta semuanya untuk gua menjalani pelayanan ini. Amin.

Friday, October 12, 2007

Apakah Tuhan Menjanjikan Anda Pasangan?

Dibawah ini adalah suatu artikel yang aku ambil dari sebuah website. Menarik sekali judul artikel ini sehingga membuat aku tertarik untuk membagikannya dalam blogku. Suatu hal yang sering terjadi didalam kehidupan sekarang ini, dimana "status" seseorang seringkali dipertanyakan. Jujur, hal inipun aku alami sekarang ini. Sekarang ini ada pergumulan dalam diriku mengenai kekhawatiranku mengenai masa depanku. Apakah aku akan menjalani panggilan hidupku sebagai seorang single atau seorang yang akan menjadi bapak bagi keluargaku kelak nanti. Kekhawatiranku terkadang muncul disaat-saat aku mengalami kesepian dan kesendirian. Wajar saja, karena aku juga manusia. Namun, setelah aku membaca dan merenungkan artikel ini. Sungguh, aku yakin Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik untuk hidupku. Walaupun, badai menghadang namun DIA senantiasa mendampingiku. Amin.

Apakah Tuhan Menjanjikan Anda Pasangan?

Jennifer adalah seorang wanita lajang dalam komunitas gereja saya. Dia berusia 36 tahun dan sering mengeluh bahwa hidupnya semakin jatuh, sudah 6 tahun berlalu sejak putus dengan pacarnya, dan kehidupan cintanya tetap "kosong". Jennifer meragukan apakah kapasitas hatinya masih ada untuk mencintai. Keletihan emosional inilah yang menyebabkan kebenciannya yang terpendam pada Tuhan semakin membusuk. Setelah 2 tahun menghadiri kebaktian secara rutin, tiba-tiba dia menghilang. Tiga bulan kemudian, saya bertemu dengannya di sebuah restoran, saya bertanya apakah dia telah berpindah gereja. Dia menjawab, "Tidak, aku tidak pergi ke gereja manapun. Aku tidak bisa menyembah Tuhan yang meninggalkan aku dalam kesepian." Jennifer menyimpulkan bahwa jika dia akan membiarkan Tuhan kembali dalam hidupnya, sebaiknya Dia membawakannya seorang suami, dan cepat.

Apakah Tuhan menjanjikan kita pasangan? Alkitab mengatakan "ya" dengan menggambarkan orang-orang Kristen sebagai mempelai Kristus. Pasangan sejati kita adalah Yesus. Namun banyak dari kita mengatakan, "Saya senang menikah secara rohani kepada Dia, namun saya tak bisa merasakanNya. Tidakkah lebih baik jika saya bisa menikmati cinta Tuhan dengan seseorang yang bisa disentuh?" Jadi kita berdoa kepada Tuhan untuk membawakan kita pasangan manusia.

Pencarian saya akan pasangan berubah menjadi lingkaran rasa frustasi setelah saya melalui beberapa pergumulan dalam hubungan saya dan seorang pacar yang mengabaikan saya selama 6 bulan hubunga kami. Saya mulai meragukan apakah Tuhan benar-benar peduli pada kehidupan percintaan saya. Setiap kali saya merasa kesal karena status lajang saya, saya akan duduk dan mengeluh pada Tuhan atas ketidak-adilan dalam kehidupan sosial saya. Saya pikir logis untuk mengharapkan seorang istri dari Dia yang mempunya kuasa yang tak terbatas. Kapanpun saya meminta Tuhan segera memberikan saya pasangan, bagaimanapun juga sepertinya Dia membisikkan pertanyaan ini dalam hati saya: "Rob, apakah kasih dari Yesus cukup bagimu? Apakah kamu telah mengalami pengampunanKu dengan utuh dan penerimaan tanpa syarat untuk memuaskan hatimu?" Saya menjawab, "Saya sangat bersyukur atas kasihMu Tuhan, tapi saya hanya menginginkan seorang istri." Saya yakin bahwa hati saya membutuhkan kasih sayang dari seseorang untuk membuat saya merasa utuh. Dalam hal ini, saya menilai kasih dari manusia lebih besar daripada kasihNya. Satu hari, saya mulai melihat kembali seluruh hidup saya, termasuk beberapa hubungan saya yang tidak berhasil di masa lalu. Dalam setiap situasi, hubungan dimulai dengan romantisme namun berakhir begitu saja. Tidak peduli dengan siapapun, masalahnya seputar ini, entah saya yang terlalu menuntut atau dia yang tidak bisa menerima saya apa adanya. Tiba-tiba, sesuatu menyentak pikiran saya. Saya berpikir, "Kenapa saya begitu mengejar pernikahan padahal itu tidak bisa menyediakan cinta tanpa syarat yang diinginkan hati saya? Hanya Tuhan yang menawarkan segala yang saya butuhkan." Dengan perspektif baru ini, saya melepaskan tuntutan saya untuk segera menikah kepada Tuhan. Saya masih ingin menemukan pasangan suatu saat nanti, tapi saya tidak lagi menganggap pernikahan adalah sesuatu yang penting untuk membuat hidup saya utuh. Jika saya tetap melajang sampai sepanjang sisa hidup saya, itu tidak apa-apa, karena Tuhan berjanji untuk memenuhi hati saya.

Saat kita menuntut Tuhan untuk memberi kita pasangan, kita membatasi Dia untuk meningkatkan kehidupan sosial kita. Kemarahan dalam diri kita membangun tembok antara kita dengan Tuhan. Jika kita mau jujur dengan diri sendiri, kita akan menyadari bahwa tuntutan kita untuk pernikahan adalah sebuah penolakan terhadap cinta Tuhan karena kita menginginkan keinginan egois kita terpenuhi. Tuhan tidak akan pernah berhenti mencintai kita, namun kita mengabaikan Dia saat kita dengan putus asa mencari manusia lain untuk membuat kita bahagia dan merasa utuh. Lebih jauh lagi, apapun yang kita jadikan sebagai tempat bergantung untuk mendapatkan kebahagiaan akan mengendalikan kita dan mengemudikan hidup kita. Jika kita mempercayai bahwa kita membutuhkan pasangan manusia untuk menjadi puas dan bisa bersyukur, maka orang-lah (dan bukan Tuhan) yang akan mengarahkan kehidupan kita.

Tuhan memang memegang kendali atas semuanya, tapi Dia tidak ikut campur hanya untuk membuat hidup kita menjadi mudah. Dia tidak punya alasan untuk membuat seorang wanita muncul di hadapan dan jatuh cinta dengan saya. Namun Tuhan mau menggunakan kuasaNya untuk membuat saya menjadi makin dewasa, menjadi seseorang yang berinisiatif untuk memberikan cinta dan berkorban bagi orang lain. Saya mau mendapatkan cinta, sementara Tuhan sedang mengajar saya untuk memberikan cinta. Sama halnya dengan saya, Tuhan sedang bekerja dalam hidup anda untuk bertemu dan mengasihi orang lain. Bagaimanapun juga, anda-lah yang memutuskan siapa yang anda terima dan siapa yang anda tolak. Saat anda berinteraksi dengan orang lain, anda bebas untuk menentukan arah dari hubungan anda. Anda dapat memilih untuk bersikap romantis, hanya menjadi teman, atau mengakhiri hubungan anda dan berpisah. Sementara itu, orang lain pun bisa memutuskan, dimana itu berarti orang lain juga dapat menentukan hasil akhirnya. Intinya, sebuah hubungan tidak akan berkembang kecuali kedua pihak memutuskan untuk mencintai satu sama lain. Dengan kata lain, jika anda atau orang lain membuat keputusan yang egois, hubungan anda mungkin akan menjadi hancur.

Keinginan untuk menikah adalah keinginan yang wajar, namun konsekuensi dari hidup dalam dunia yang sudah jatuh dapat mencegah orang untuk mencapai tujuan itu. Contohnya, anda bisa saja mendekati seseorang secara romantis, namun orang itu mungkin memilih untuk mengabaikan anda, sebuah kondisi atau penyakit mungkin menghalangi anda, atau mungkin orang itu memutuskan untuk meninggalkan anda. Dosa dari kemanusiawian kita dapat membuat halangan-halangan atas relationship yang bagus. Dan mengapa hidup itu terkadang begitu sulit? Mengapa Tuhan tidak menggunakan kekuatanNya untuk melindungi kita dari rasa sakit? Sebenarnya, Tuhan sedang bekerja, namun dengan cara yang berbeda dari yang kita sadari.

Tuhan menggunakan kuasaNya untuk mendorong orang agar saling mengasihi satu sama lain, namun Dia juga mengijinkan kita untuk membuat keputusan-keputusan egois yang bisa melukai kita sendiri. Tuhan mengijinkan keadaan-keadaan yang tidak menyenangkan agar kita bisa mengalami kehendak bebas. Tanpa kehendak bebas, anda dan saya hanya menjadi robot yang mati. Tapi untungnya, Tuhan membatasi kekuasaanNya untuk membiarkan kita membuat keputusan sendiri dalam hidup. Kehendak bebas kita tidak akan melebihi kemahakuasaanNya, karena Mazmur 37:23 mengatakan, "Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya." Tuhan begitu berkuasa sehingga Dia mengijinkan anda untuk memilih dan masih dapat ikut campur di dalamnya untuk mendatangkan kebaikan bagi kemuliaan namaNya. Mengapa kehendak bebas itu begitu penting? Tuhan ingin anda menikmati cinta sejati, dan cinta sejati tidak dapat ada tanpa sebuah pilihan atau keputusan. Jika anda dipaksa untuk mencintai Tuhan atau orang lain, maka cinta akan menghilang, dan anda akan berada di bawah manipulasi. Kehendak bebas adalah bahan dasar dari cinta yang sejati.

Saya menyadari kebenaran ini ketika saya tidak mendapatkan pasangan untuk pesta prom saya waktu masih SMA. Saya telah bertanya dan mengajak beberapa gadis, tapi semuanya menolak. Empat hari sebelum hari H, teman saya memberitahu bahwa ada seorang gadis bernama Tiffany yang juga membutuhkan pasangan untuk prom. Meskipun sebenarnya saya tidak tertarik pada gadis ini, namun akhirnya saya mengajaknya juga, karena dia pilihan terakhir. Selama pesta prom, kami sama-sama berusaha bersikap sopan, tapi makin lama makin jelas kalau kami memang tidak merasa tertarik satu sama lain. Kami tidak berbicara selama makan malam, kami tidak berdansa berdua, dan kami tidak tersenyum saat kami difoto. Kami hanya terdiam selagi duduk bersama, dan masing-masing memandang pada orang yang kami sukai. Lewat peristiwa itu, saya belajar bahwa cinta tidak akan ada kecuali kedua pihak dengan bebas memilih untuk bersama.

Maka dengan demikian, menemukan pasangan tidak akan terjadi dengan menuntut Tuhan melakukan keajaiban dengan membawa seseorang ke depan pintu rumah anda. Pernikahan bukanlah suatu proses yang sudah ditetapkan sebelumnya secara misterius. Tuhan mengijinkan kita untuk membuat keputusan, apakah ita akan mencintai atau meninggalkan. Tuhan membawa orang-orang melintasi jalan anda dan membuka kesempatan bagi anda untuk mencintai mereka, namun Dia membiarkan anda mengatur respon-respon anda terhadap hubungan-hubungan yang ada. Dengan demikian, sebuah pernikahan melibatkan kebebasan memilih untuk mencintai orang lain. Anda dapat meningkatkan kesempatan anda bagi romantisme dengan keluar dan memilih untuk memberikan kasih pada orang lain. Atau, anda dapat menjadi egois dan menghancurkan prospek hubungan anda. Kualitas dari kehidupan sosial anda tergantung dari pilihan-pilihan yang anda buat.

Apakah Tuhan menjanjikan anda pasangan? Ya, sebagai mempelai dari Yesus Kristus. Apakah Tuhan menjanjikan anda pasangan dunia? Tidak, karena menemukan pasangan adalah sebuah proses, dimana 2 orang memutuskan untuk mengorbankan diri mereka masing-masing untuk kebaikan pasangannya. Jadi, jangan biarkan keinginan untuk menikah mengontrol hidup anda, atau anda akan merasa frustasi karena anda tidak dapat mengendalikan masa depan atau kehendak bebas dari orang lain. Tuhan ingin agar pernikahan rohani anda menjadi dasar dan sumber utama anda bagi cinta dan penerimaan tanpa syarat. Hubungan manusiawi anda merupakan jalan untuk mengekspresikan kasihNya kepada orang lain. Tuhan mungkin saja tidak memberikan romantisme yang bergairah di bumi, tapi Dia menjanjikan kehidupan yang penuh gairah untuk dinikmati bersama denganNya.

Gunakan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk melihat apakah keinginan anda untuk menikah telah menjadi sebuah tuntutan: Apakah saya berusaha menemukan pasangan yang dapat membuat saya merasa lebih baik dengan diri saya sendiri? Bisakah saya merasa utuh dan bersyukur kepada Tuhan dalam kondisi lajang saya? Apakah saya bersikap apatis atau sinis terhadap hubungan-hubungan dengan lawan jenis? Apakah saya takut terhadap kemungkinan untuk tidak akan pernah menikah? Apakah cinta dari Yesus Kristus cukup untuk saya?
Jika keinginan anda untuk menikah telah berubah menjadi satu tuntutan, renungkanlah ayat-ayat berikut ini: Filipi 4:6-13 dan 2 Korintus 12:9-10.

Saturday, September 15, 2007

Ulang tahun yang berbeda...

Dearest Choicer’s yang terkasih,

Sungguh pengalaman hidup yang berbeda lagi yang aku alami dalam merayakan hari ulang tahunku di tahun 2007 ini. Jika aku flash back beberapa tahun yang lalu, dimana aku mengikuti Enrichment Choice di Purwokerto. Aku jadi teringat akan perayaan ulang tahunku yang ternyata bersamaan dengan hari ulang tahun perkawinan pasutri Ivo-Lia. Yang mana saat itu aku belum terlalu mengenal pasutri ini. Suatu kehangatan, keceriaan dan kebersamaan yang aku rasakan ketika kami bersama2 merayakan hari ulang tahunku dan hari ulang tahun perkawinan pasutri Ivo-Lia.

Tahun 2007, ini aku mengalami banyak sekali surprise-surprise yang telah diberikan oleh orang-orang yang berada disekitarku. Pagi hari pada tanggal 18 Agt aku bangun jam 6.15 untuk mempersiapkan diri membantu teman-teman Choice Community St. Yakobus menjaga bazaar 17 Agt. Setelah aku selesai mandi, aku diberitahu oleh mama bahwa murid-murid lesku akan mampir ke rumah jam 7.30. Sempat heran, mo ngapain yah mereka pagi-pagi datang ke rumahku dan sebenarnya hari sabtu aku libur mengajar. Ah, aku hiraukan perasaan heran yang sepintas lewat dalam benakku. Aku duduk menunggu sambil membaca koran. Tak lama kemudian, aku mendengar suara nyanyian Happy Birthday didepan pagar rumahku. Ternyata, 4 orang murid lesku yang sudah duduk di SMA, dan tidak les lagi denganku hadir sambil membawakan kue ulang tahun dengan lilin menyala berangka 33. Suatu pengalaman yang indah bagiku, karena mereka masih ingat dengan hari ulang tahunku dan aku sebagai guru les mereka. Memang, salah satu dari mereka mengungkapkan sedikit kekecewaan kepadaku. Karena mereka ber-11 membelikan kue ulang tahun untukku, namun hanya 4 orang yang bisa hadir. Aku bilang, bahwa walaupun hanya 4 orang yang hadir, aku merasa bahagia sekali. Inilah kejutan pertama yang aku dapatkan di pagi hari.

Setelah ngobrol-ngobrol sebentar dengan murid lesku, aku langsung berangkat ke gereja Yakobus. Dalam perjalanan, aku menelpon tante Lia. Suara yang bersemangat sekali dan bahagia aku rasakan yang keluar dari ucapan tante Lia. Kami saling memberikan selamat dan doa-doa. Aku menceritakan kejadian yang baru saja aku alami ke tante Lia. Tante Lia berkata, “Sungguh engkau dicintai oleh para muridmu”. Aku semakin disadarkan bahwa banyak yang mencintaiku.

Setiba di lokasi bazaar, aku mulai membantu menjaga stand jualan minuman dari Choice. Kerjaanku sebagai kasir dan pencatat jumlah minuman yang terjual. Berhubung bazaarnya bukan saat jam misa atau setelah misa, jadi agak sepi. Sekitar jam 11 lewat, tiba-tiba muncul kue ultah lagi dibawakan oleh teman-teman Choice Community sambil menyanyikan lagu Happy Birthday. Tak kusangka, mereka sungguh perhatian kepadaku. Inilah kejutan kedua di siang hari.

Sekitar jam 13, aku pamit dari bazaar untuk pulang ke rumah. Aku mulai mengerjakan surat ucapan terima kasih untuk para donatur baksos yang tertunda. Ditengah-tengah kesibukanku, sekitar jam 15 ada telpon dari salah satu Choicer. Dia ngobrol-ngobrol sebentar denganku dan menanyakan jam berapa aku akan keluar makan malam bersama keluarga. Memang dalam tradisi keluargaku, kita selalu makan malam bersama di hari ulang tahun salah satu anggota keluargaku. Aku beritahu bahwa aku akan pergi jam 19. Setelah itu aku lanjutkan kembali pekerjaanku. Sekitar jam 18, ada telpon lagi dari orang yang berbeda dengan sebelumnya walaupun mereka berdua 1 angkatan. Dia menanyakan mengenai nomor polisi mobilku. Aku jawab, B 8209 QS dan balik bertanya kenapa kamu tanyakan. Dia menjawab, enggak tadi dia melihat mobilku di gereja Yakobus saat siang hari. Aku tanyakan lagi, kenapa kamu ga turun mampir ke bazaarnya. Dia jawab, bahwa dia tadi sedang bersama temannya. Tak ada suatu kecurigaan dalam pikiranku bahwa ada konspirasi surprise untukku. Selang beberapa menit kemudian, telpon bunyi lagi dari orang yang sama sebelumnya. Dia menanyakan warna pagar rumahku. Dan aku bilang warna hijau. Eh, saat aku menuju keluar dari dalam rumah. Didepan pagar sudah mulai ramai dengan nyanyian Happy Birthday. Aku bahagia dan surprise bahwa teman-teman Choice datang ke rumahku untuk memberikan surprise untukku. Jujur, inilah kejadian pertama kali dimana teman-teman Choice datang ke rumahku untuk memberikan surprise ulang tahun. Ketika mereka memintaku untuk meniup lilin dengan angka 33 dan make a wish, serta berfoto-ria, aku sangat bahagia, terharu dengan usaha mereka untuk datang ke rumahku. Karena aku tahu, mereka belum pernah datang ke rumahku. Inilah kejutan ketiga dihari ulang tahunku.

Setelah itu, aku berangkat makan malam bersama keluarga di sekitar Gereja Theresia. Sebelumnya, aku dan keluargaku mampir ke pameran wedding karena adikku merencanakan melangsungkan pernikahan tahun depan. Saat duduk dan menunggu adikku bertemu dengan marketing bridal, aku berbincang-bincang dengan papaku. Papaku bilang, papa senang ketika teman-teman Choice hadir dirumah untuk merayakan ulang tahunku bersama-sama walaupun waktunya tidak lama.

Sesekali terdengar bunyi sms terdengar dari handphoneku, baik teman-teman Choice, team Choice mengirimkan sms selamat ulang tahun dan menelponku. Aku merasa bahagia bahwa banyak orang disekitarku yang ingat akan hari ulang tahunku.

Aku pikir, surprise ulang tahun yang aku dapatkan sudah berakhir. Ternyata tidak, Tuhan masih mengirimkan teman-teman Choice angkatan lain untuk memberikan surprise kembali untukku.

Minggu pagi, aku ikut membantu tugas tata laksana di Gereja St. Yakobus. Setelah itu, aku hadir dalam rapat ulang tahun Choice angkatan yang berumur 1 tahun dibulan September nanti. Ketika, kami selesai membicarakan rapat persiapan ulang tahun. Aku diberikan surprise kembali dengan kue ulang tahun berhiaskan angka 33. Walaupun hanya 6 orang yang hadir dalam rapat tersebut, namun jumlah orang bukanlah suatu ukuran untuk memberikan suatu surprise bagiku. Inilah surprise keempat yang aku terima setelah hari ulang tahunku.

Minggu sore, aku hadir dalam misa perdana Romo Alexander Denny Wahyudi, SX. Beliau adalah Choicer angkatan 85 yang terpanggil menjadi imam setelah ikut WEC. Sungguh anugerah yang indah bagi komunitas Choice, dimana Romo Denny merasakan panggilannya untuk menjadi seorang imam. Seperti yang kita ketahui ladang Tuhan banyak yang perlu digarap, namun selalu kekurangan penggarapnya. Romo Denny baru saja ditabhiskan pada tanggal 15 Agt yang bertepatan dengan hari St Perawan Maria diangkat ke Surga di wisma Xaverian, Bintaro. Sungguh pengalaman yang berbeda ketika aku hadir dalam misa, intensi misa salah satunya berkaitan dengan ulang tahunku dan ulang tahun perkawinan pasutri Ivo-Lia dan Bachrum-Sandra. Belum dalam ulang tahunku ada misa dengan intensi khusus untukku. Kebahagiaan yang luar biasa juga ketika aku mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari para tamu yang hadir dalam misa tersebut.

Sungguh, Tuhan bekerja dengan caraNYA dalam membuat suasana ulang tahunku yang semakin indah. Semoga apa yang telah teman-teman Choice doakan untukku dapat berjalan dengan kehendakNYA. Seperti yang dikatakan oleh Romo Denny, serahkanlah seluruh perkara dalam hidup kita kepadaNYA, Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita. Amin

P.S : Terima kasih banyak untuk teman-teman Choice yang sudah hadir dalam memberikan surprise ulang tahun untukku, ucapan selamat ulang tahun, permohonan, dan doa melalui sms maupun telpon. Untuk pasutri Ivo-Lia dan salah satu sisterku, terima kasih banyak atas gift yang telah kalian berikan untukku. Semoga Tuhan memberkati kalian semua. Amin.


Regard’s n Luv,

Vergo

Thursday, July 12, 2007

Perjalanan Ziarek dan Baksos....

Sekitar akhir Februari (kalo ga salah yah, maklum sudah lupa2 ingat), saya hadir dalam sebuah rapat yang membicarakan mengenai acara2 yang akan berlangsung selama perjalanan menuju HUT CHOICE ke 25. Saat itu saya diminta untuk menjadi korum, saya kaget dan bingung. Sempat terlintas dalam pikiran saya, kenapa saya yang diminta yah? Jujur saja, saya tidak punya pengalaman apapun dalam hal ziarek. Lha, ke Semarang dan Jogja aja ini baru pertama kali, serta melakukan ziarek juga baru pertama kali. Mungkin ini adalah caraNYA untuk saya mewujudkan apa yang boleh dibilang menjadi pertama kalinya dalam perjalanan hidup saya.

Mulailah saya mencari2 teman2 yang bisa membantu saya dalam kepanitiaan. Saya menghubungi Tarsi yang mempunyai pengalaman dan talenta luar biasa dalam hal2 ziarek. Thanx GOD, Tarsi dengan senang hati membantu saya. Lega rasanya saat itu, karena paling tidak saya sudah mempunyai ”guru” dalam membantu saya dalam hal ini. Pembentukan panitia yang mulanya dari 3 orang, terus berkembang hingga ada beberapa nama yang sudah tercantum dalam susunan panitia. Rapat2 mulai berjalan, namun ada aja gesekan2 didalam kepanitiaan. Ada yang mengundurkan diri karena hal2 yang berkaitan dengan masalah kerjaan, relasi diantara sesama panitia, ga enak karena ga pernah ikut rapat. Hal2 ini wajar terjadi menurut saya, hanya saja sempat menyita pikiran saya. Tapi, seiring berjalannya waktu Tuhan mengutus orang2 yang membantu saya dalam pelayanan ini hingga sampai selesainya acara ziarek dan baksos ini. Dan saya kerja-sama dengan Choice Distrik Semarang dan Jogja untuk kelangsungan acara ziarek dan baksos ini.

Para panitia mulai mempromosikan acara ziarek dan baksos ini. Memang kami mengalami beberapa kendala dalam hal jumlah peserta, dikarenakan acara ini berlangsung bukan pada hari libur atau tanggal merah. Sehingga kami panitia merasa khawatir akan jumlah peserta yang sedikit. Sempat saya bicarakan dengan ketua umum acara HUT CHOICE ke 25 mengenai jumlah peserta yang minim ini. Beliau mengusulkan gimana kalo diundur saja acara ziarek ini mengingat defisit yang akan ditanggung jumlahnya cukup besar dan faktor psikologis dari peserta karena orang yang ikut tidak banyak, namun pada akhirnya beliau memberitahu bahwa keputusan final ada ditangan para panitia ziarek. Sayapun langsung menghubungi teman2 panitia dan menanyakan ttg usulan pengunduran jadwal acara ziarek dan baksos ini. Dari semua teman2 panitia, mereka tetap setuju untuk menjalankan acara ini. Dari 2 orang teman panitia, mereka yakin bahwa orang2 yang ikut dalam acara ini adalah orang2 yang diutus TUHAN untuk melakukan ziarah dan benar2 mempunyai keinginan yang besar sekali untuk ikut dalam acara ini. Ada juga pertimbangan bahwa mereka sudah mengambil cuti kerja. Akhirnya pada H-2 kami panitia rapat yang juga di hadiri oleh perwakilan dari ketua umum HUT CHOICE ke 25. Banyak hal2 yang kami bicarakan dalam rapat, sehingga pada keputusan final bahwa kami tetap menjalankan ziarek dan baksos ini dengan segala tantangan dan resiko yang kami terima.

Saya disadarkan oleh Anna, salah satu youth kordis Semarang untuk novena 3 Salam Maria dan Rosario. Memang, waktu saya berbicara dengan Anna lewat chatting sudah H-7 menjelang acara ziarek. Saya ceritakan apa yang saya alami dalam minggu2 terakhir menjelang ziarek. Selain itu banyak beban pikiran dalam otakku memikirkan cara untuk meng”akali” jumlah defisit acara ini. Saya mulai mengingatkan teman2 panitia untuk novena 3 Salam Maria dan Rosario, didalam hatiku berpikir, ”Wah, kayaknya udah telat nih kalo sekarang baru novena dan rosario”. Namun, disatu sisi saya berpikir kembali bahwa tidak ada yang telat deh bagi TUHAN jika kita memang memohonnya. Saat saya berdoa novena, saya memohon agar TUHAN mengutus orang2 untuk ikut acara ziarek ini supaya kami ga defisit. Namun, jawaban yang TUHAN berikan kepada saya ternyata berbeda. Banyak keajaiban yang terjadi saat menjelang hari2 terakhir persiapan ziarek ini. Disaat kami kekurangan sesuatu barang, TUHAN mengirim orang2 yang membantu kekurangan kami. Iman saya semakin bertambah melalui peristiwa2 yang terjadi selama acara ziarek ini.

Saya juga berterima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi menyumbang baik dalam bentuk dana atau barang2 untuk acara baksos yang kami adakan di PANTI ASUHAN BRAYAT PINUJI. Semoga apa yang telah para donatur berikan dapat menjadi berkat bagi anak2 PANTI ASUHAN dan dibalas kebaikannya oleh TUHAN.

Tgl 5 Juli, jam 19.00 kami berangkat yang sebelumnya dipimpin doa oleh Romo Soesilo, dan pasutri CHOICE Felix-Ellen (maaf kalo saya salah ketik namanya), youth Albert, serta beberapa teman2 CHOICE Andri, Grace, Ikka yang menemani kami sampai kami masuk dalam bus. Sebelumnya teman2 ikut membantu memindahkan barang2 sumbangan ke dalam bus dari mobil box yang kebetulan saya, Tarsi diantar oleh adik saya. Banyak juga barang2 sumbangan yang kami terima dari para donatur. Dalam perjalanan, dimulailah acara perkenalan oleh Ban Seng. Setelah itu kami istirahat didalam bus, dan kira2 jam 02.00 kami berhenti sejenak untuk makan dan ke kamar kecil. Perjalanan dilanjutkan kembali dan tiba di Semarang sekitar jam 7 pagi dan kami dijemput oleh Anna didepan pintu tol yang mengantar kami ke penginapan LPMP.

Tgl 6 Juli, setibanya di LPMP langsung membagi kamar2 peserta dan panitia. Kami mandi dan sarapan pagi, dan jam 9 kami langsung berangkat menuju Gua Maria Kerep, Ambarawa. Tak lupa hadir Romo Momojay (Jayeng) dan Novi ke penginapan LPMP.

Teman2 CHOICE Semarang sudah menunggu kami di tempat parkir bus menuju GM Kerep. Suatu sambutan yang hangat oleh teman2 CHOICE Semarang. Didalam perjalanan menuju GM, kami bernyanyi2 dan membagi2 tugas untuk jalan salib. Suatu pengalaman pertama bagi saya untuk mengikuti jalan salib dalam ziarah. Memang rute jalan salib di GM Kerep tidak terlalu berat dan susah. Namun, bagi saya pribadi suatu hal yang baru dan saya coba untuk mengikutinya serta merasakan apa yang telah dahulu dialami oleh YESUS dalam memikul salibNYA. Saya merasakan keheningan dan kedekatan diri saya kepada sang Khalik. Selesai jalan salib, masing2 peserta diberi waktu untuk berdoa pribadi di GM Kerep.

Perjalanan dilanjutkan menuju GM Rossa Mystica, Salatiga. Saya ikut dalam mobil teman2 CHOICE Semarang menuju Salatiga. Di GM Rossa Mystica, kami merayakan misa Ekaristi yang bertepatan dengan Jumat Pertama. Misa sudah disiapkan oleh Romo Momojay dan teman2 CHOICE Semarang. Pada saat homili, diisi dengan acara BPS dari masing pribadi yang hadir dalam misa Ekaristi sambil memperkenalkan diri. Semua yang hadir merasa bahagia, senang, puas, dan bermacam2 perasaan lainnya. Saya pun merasa bahagia walaupun acara ziarek ini belum selesai. Apalagi bisa berkenalan dengan teman2 CHOICE Semarang yang baru. Pada saat misa, sempat hujan sebentar di area kami mengadakan misa. Anehnya, area diluar kami misa ga hujan. Saya khawatir jika masih tetap hujan, maka acara pada malam hari di Semarang kemungkinan besar bisa batal. Karena pada tgl 5 Juli malam sempat hujan deras dan Anna berpesan agar dimasukkan salah satu intensi doa supaya tidak hujan nanti malam. Selesai misa, beberapa teman2 membantu membakar intensi doa yang sudah diberkati oleh romo.

Kami kembali ke LPMP untuk mandi dan beres2 untuk melanjutkan acara wisata kuliner di Semawis. Sebelumnya sudah ada Yenny, yang kami ”culik” untuk menjadi guide lokal dalam mencari oleh2 yang bisa kami bawa pulang. Setelah belanja2, langsung menuju Semawis. Wah, ternyata banyak sekali yang jual makanan dan sampai bingung milihnya. Hehehe.... Banyak sekali teman2 CHOICE Semarang yang memang sudah menunggu di sana. Acara makan malam yang ceria dan bahagia karena saya bisa mencicipi makanan2 yang kebetulan tidak pernah saya cicipi di Jakarta. Kurang lebih ada 3-4 macam makanan yang saya cicipi. Nampaknya 1 jam untuk acara makan2 ga cukup deh. Apa boleh buat, waktu sudah larut malam karena besok pagi2 jam 5 harus berangkat ke Jogja.

Tgl 7 Juli, jam 4.30 dah terbangun untuk siap2 mandi dan berangkat ke Jogja. Sarapan pagi sudah dibungkus, dan dibawa dalam perjalanan. Sekitar jam 9 pagi sampai di penginapan Taman Eden. Setibanya di penginapan, langsung mandi dan berangkat menuju Sendang Sono.

Di area Sendang Sono, sudah ada 2 mobil angkutan umum menunggu kami untuk sampai ke tempat kami mengadakan jalan salib. Didalam perjalanan, saya diberitahu oleh teman bahwa lebih saya tidak ikut jalan salib karena rutenya lumayan jauh dan menanjak. Ditambah lagi oleh supir angkutan yang bilang bisa sekitar 1 jam untuk jalan salibnya. Wah, makin ragu nih untuk ikut jalan salibnya. Namun, ada dorongan dalam diri saya untuk setidaknya mencoba jalan salib di Sendang Sono. Kalaupun, ga kuat pastinya saya akan istirahat sebentar. Namun, saya kagum pada teman2 yang setia mendampingi saya didalam jalan salib tersebut. Teman2 menunjukan belonging dan kesetiaan terhadap saya selama jalan salib di Sendang Sono. Bagi saya pribadi, suatu anugerah dan pengalaman yang luar biasa dimana saya boleh untuk pertama kalinya merasakan betapa beratnya jalan salib. Tapi, jalan salib yang saya alami jauh lebih ringan daripada salib kehidupan yang pernah saya alami dalam hidup ini. Saya yakin bahwa dibalik salib kehidupan yang boleh saya alami, ada suka cita bersamaNYA. Selesai jalan salib, ada waktu untuk doa pribadi di GM Sendang Sono.

Dan perjalanan dilanjutkan ke PA Brayat Pinuji, sebelumnya kita sempat foto2 dulu dan Tarsi mengajak salah satu suster yang kebetulan lewat dekat kita. Ternyata suster tersebut membantu di PA Brayat Pinuji, menurut saya bukan suatu kebetulan tapi miracle dimana kita tidak punya gambaran arah menuju ke PA Brayat Pinuji dari Sendang Sono. Saya sempat meminta bantuan mobil dari CHOICE Semarang untuk memindahkan barang2 sumbangan yang ada di bus. Karena letak PA masuk ke dalam suatu jalan lagi yang tidak bisa dilalui bus besar. Setelah masuk dalam ruang pertemuan di PA, tak lama kemudian kita misa Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Lanike, SX. Misa gabungan antara CHOICE Distrik Jakarta, Semarang dan Jogja. Suatu perayaan Ekaristi yang indah dan khidmat bersama dengan anak2 PA. Selesai misa, anak2 PA menunjukkan kebolehannya dengan bermain kulintang dan bernyanyi ”Dalam Yesus kita bersaudara” sambil menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh PA. Sambutan tepuk tangan yang hangat dan meriah dari teman2 yang hadir didalam ruang pertemuan. Tak lama kemudian, saya menghampiri Suster M. Gratia, OSF utk memberikan bukti transfer yang sudah kami transfer 1 hari sebelumnya. Suster berterima kasih sekali atas sumbangan dana sebesar 9,6 juta Rp. Saya katakan, bahwa ini adalah sumbangan dari para donatur. Dan saya membantu mengumpulkan dana sumbangan tersebut. Suster mengatakan, ”Tuhan akan membalas segala kebaikan dari para donatur”. Setelah itu kami berfoto rame2 dengan anak2 PA dan CHOICE distrik Jakarta, Semarang dan Jogja. Dan kamipun sempat berbincang2 dengan anak2 PA dan teman2 CHOICE distrik lain. Akhirnya, kami harus pamitan dengan suster dan anak2 PA. Beberapa anak2 PA mengantar kami menuju bus. Suatu kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak2 PA dan kami para peserta ziarek.

Perjalanan dilanjutkan kembali, ada beberapa pilihan apakah mau kembali ke penginapan atau langsung menuju Malioboro. Pilihan ini kami berikan kepada para peserta, sehingga didapatkan suatu keputusan bahwa kami langsung menuju Malioboro dengan ditemani Bramdi, salah satu youth CHOICE Jogja. Malam itu jalanan menuju pelataran parkir bus cukup padat. Setibanya di pelataran parkir, masing2 peserta berpencar untuk belanja2 oleh2. Setelah belanja2, kami ngumpul makan lesehan di lesehan Borobudur. Ada teman2 yang ingin beli bakphia, dan teman2 diantar oleh Bramdi menuju lokasi penjualan. Yang lainnya langsung menuju ke bus untuk siap2 pulang ke penginapan. Tak terasa dah jam 00.30 baru tiba di penginapan. Langsung tidur karena besok pagi mo langsung balik ke Jakarta.

Tgl 8 Juli, jam 6 kita sarapan pagi di penginapan dan setelah itu langsung menuju bus. Didalam perjalanan menuju Jakarta, kami semua BPS tentang keseluruhan acara ziarek dan baksos yang telah kami alami. Ada peserta yang puas karena menghabiskan jatah cuti dengan ikutan acara ini, banyak yang senang, bahagia, dan ada yang menanyakan kapan ada lagi ziareknya. Dari panitiapun senang dan bahagia bahwa acara ini tetap berlangsung walaupun banyak kendala dan tantangan. Saya pribadi sebagai korum merasa lega, dan bahagia ketika mendengarkan BPS dari teman2 semua. Apalagi pengalaman yang serba pertama dari diri saya untuk acara ini. Semoga saja dengan acara ziarek dan baksos ini, dapat memperkaya iman dan semakin mantap menjalani perziarahan hidup saya. Kamipun sempat mampir ke Kaliori, untuk mengunjungi GM dan melihat patung Bunda Maria yang menampakkan diriNYA diberbagai negara. Jam 01.00 dinihari kami baru sampai di gereja BHK Kemakmuran.

Terima kasih TUHAN atas penyertaanMU kepada kami semua peserta Ziarek dan Baksos, atas kebersamaan dan kebahagiaan yang boleh Engkau berikan kepada kami dan anak2 PA dan setiap orang yang kami temui dalam acara Ziarek dan Baksos ini.

Terima kasih kepada Ketua Umum HUT CHOICE ke 25, Kordis Jakarta, segenap donatur, dan teman2 yang telah mensupport saya melalui doa maupun tindakan2. Mohon maaf, jikalau selama pembentukan panitia dan acara berlangsung ada perkataan2 atau tindakan2 yang tidak berkenan bagi teman2 semua.

Pernahkah ini terjadi pada kehidupan semua orang?

Pernahkah dalam hidup lo terjadi hal-hal yang sebenarnya lo tolak banget atau "reject", tapi yang terjadi adalah sebaliknya? Atau ketika lo tidak menginginkan hal tersebut terjadi, malahan terjadi pada diri lo? Ini yang pernah gua alami, dan gua bersyukur bahwa boleh mengalaminya. Sedikit sharing dari gua mengenai hal yang terkait dengan pertanyaan-pertanyaan diatas tadi.

Kejadian ini berlangsung kira-kira 2 minggu yang lalu, suatu hari terlintas dalam pikiran gua bahwa "jangan deh, gua ikutan melayani dibulan depan nanti". Kenapa tiba-tiba muncul pemikiran tersebut? Karena gua tau bahwa bulan juli nanti, gua pasti ga bisa ikutan acara yang berkaitan dengan pelayanan ini. Bulan Juli, dimana jauh-jauh hari gua dan beberapa teman decided untuk jalan-jalan bareng ke LN. Dan baru balik dihari yang dimana bulan tersebut sedang diadakan kegiatan pelayanan. So, inilah yang menjadi kekhawatiran dan dasar pemikiran gua. Namun, manusia boleh berencana, tapi Tuhanlah yang berkehendak menurut gua. Hari minggu yang lalu ketika gua bertemu dengan Vida, dan Tarsi disebuah kafe di MAG 3. Gua dan teman-teman sedang mempersiapkan proposal untuk acara ziarek dan baksos. Tiba-tiba, gua mendapat sms dari salah seorang teman yang menanyakan kesediaan gua untuk terlibat dalam pelayanan dibulan juni mendatang. Tersentak dalam hati gua, bahwa apa yang telah terjadi saat itu adalah hal yang bertentangan atau gua tolak. Tapi, Tuhan berkehendak lain dalam diri gua. Kemudian gua langsung mereply sms dari teman gua, dan gua katakan kesiapan hati gua untuk melayani dalam pelayanan bulan juni mendatang.

Suatu pembelajaran dan perkembangan dalam iman gua, dimana menurut gua bahwa manusia boleh berencana namun pada akhirnya TUHAN-lah yang memutuskan untuk kita semua. Bisa saja, saat itu gua menolak ajakan dari teman gua untuk pelayanan. Namun, gua selalu dan akan terus berusaha untuk tetap setia dalam melayaniMU lewat pelayanan ini. Amin.

Awal dari perjalanan Ziarek dan Baksos

Sekitar akhir bulan Februari, gua hadir dalam rapat persiapan HUT Choice ke 25 di rumah salah satu pasutri letaknya di daerah Jakarta Barat. Banyak sekali rangkaian acara yang dilakukan sepanjang perjalanan menuju HUT Choice ke 25. Gua ditunjuk menjadi salah satu koordinator umum Ziarek yang diadakan sekitar bulan Juni-Juli. Memang waktunya pas banget dengan kegiatan mengajar gua, karena bulan tersebut gua udah off ngajar. Namun persiapan itu sudah dilakukan dari bulan Maret. Awalnya gua kaget dan bingung musti ngapain aja untuk menjalankan Ziarek ini. Jujur aja, dalam perjalanan hidup gua blom pernah jadi koordinator umum, apalagi gua ikutan Ziarek. Namun Tuhan selalu saja memberikan jalan buat gua.

Rapat mulai tanggal 17 Maret, setelah gua melayani dalam WEC 180. Ada beberapa nama yang sudah mulai diusulkan menjadi kandidat dalam kepanitiaan. Gua pribadi mengajak Tarsi sebagai salah satu Youth dan teman, yang menurut gua banyak pengalamannya dalam berbagai kegiatan terutama Ziarek. Rapat pertama kali dihadiri oleh 3 orang saja. Banyak sekali agenda-agenda yang dibicarakan dalam rapat ini. Mulai dari mengusulkan nama teman-teman Choice yang mau terlibat aktif dalam kepanitiaan ini, dll. Seneng banget ada beberapa nama yang kebetulan gua kenal mau terlibat membantu Ziarek ini.

Seiring perjalanan waktu dalam beberapa kali rapat, ada teman-teman yang mulai mengundurkan diri dari kepanitiaan. Ada yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga merasa tidak enak dengan teman-teman panitia yang lain karena tidak pernah hadir dalam rapat. Ada yang terlibat dalam kepanitiaan acara HUT Choice yang lain, dan teman tersebut memilih untuk terlibat dalam acara tersebut. Gua pribadi menghargai keputusan mereka untuk mundur apapun alasannya dan gua berterima kasih atas kehadiran dan kerja yang telah mereka lakukan.

Menurut gua, inilah awal suka-duka menjadi seorang koordinator umum dalam sebuah kegiatan. Namun, hal ini merupakan langkah awal bagi gua dalam perjalanan hidup gua, dimana gua ga ada pengalaman sama sekali. Perjalanan ini tidak hanya berhenti disatu titik saja, terus berlanjut dengan adanya pengajuan diri dari salah seorang teman dalam panitia. Wah, tambah berat rasanya beban yang harus dipikul ini menurut gua. Alasannya dia mengundurkan diri karena ada masalah pribadi dengan salah seorang yang ada dalam kepanitiaan. Gua sendiri ga tau masalah pribadinya apa, dan menurut gua waktu itu adalah gua melihat teman yang mo mengundurkan diri mempunyai komitmen yang tinggi. Sehingga gua secara pribadi meminta dia untuk memikirkan kembali pengunduran dirinya saat dia mengajukannya didalam forum rapat. Namun, teman-teman yang lain sependapat juga bahwa meminta dia untuk memikirkan kembali. Selang beberapa hari, teman ini dalam percakapan chatting dengan gua kembali menanyakan mengenai masalah pengunduran dirinya lagi.

Seperti yang kemarin-kemarin sudah gua bilang, agar dia memikirkan kembali dan gua katakan keputusannya ada ditangan dia. Suatu hari kami rapat dirumah teman yang mau mengundurkan diri, rapat kali ini kami menyusun budget yang diperlukan. Setelah rapat kembali lagi dia mengajukan diri untuk pengunduran diri. Kembali lagi gua tegaskan keputusan tersebut ada ditangannya. Hingga 2 hari kemudian kami rapat di rumah salah seorang teman yang tidak jauh dengan rumah gua. Dalam rapat, terjadi sebuah keributan kecil yang menurut gua semestinya tidak perlu terjadi. Karena terbawa emosi dan perasaan yang mungkin sudah terpendam, sehingga meledaklah saat itu. Akhirnya malam itu rapat berjalan tidak semestinya. Ada salah satu teman panitia mengatakan, bahwa butuh waktu bagi teman yang mengundurkan diri. Beberapa hari kemudian, gua mendapatkan kabar pengunduran diri dari teman yang lain (yang sebenarnya tidak mempunyai masalah yang berhubungan dengan teman yang mau mengundurkan diri). Lengkaplah beban dan pikiran gua untuk memikirkan kepanitiaan ini. Semoga Tuhan memberikan jalan terbaik bagi gua dalam persiapan Ziarek ini. Amin